Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. Aku langsung berjingkrang kegirangan, melompat kesana kemari. Bokep Montok “SAVANAAAAAAA !”“Hyaaaaaaaaa,” seluruh penonton bersorak, Sava menuntup kedua matanya, dia tersenyum sekaligus menangis. Lidahku mulai menjilati putingnya bergantian, tanganku gak mau tinggal diam, diremasnya kedua bongkahan indah yang menjulang di dada Sava.Sava mulai menggelinjang pelan, tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri, tangannya membelai halus punggung. Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Yeah, aku akan terus menerus mencoretkan kenangan ini di hatiku, gak perlu takut kehabisan tinta, karna air hujan yang dicampur dengan tanah dapat aku gunakan sebagai tinta tambahan.Semakin lama, gak ada tanda-tanda hujan akan berhenti, bahkan semakin lebat mengguyur tubuh kami. Lalu aku kecupi lagi bibirnya, tak lama bibirku mulai menuruni dagunya yang menggantung.




















