drama hukum Live Show 200 ini dipuji karena argumen cerdas, kasus aktual, dan lead menawan. Kekurangan: persidangan kadang teatrikal. Bokep Jilbab/Hijab Namun pacing menggigit. Siap mengadili sendiri?
Entah apa yg terjadi. Sesuai peraturan, ia berhak menentukan siapa yg kehilangan apa.Suamiku berkata kepada Ratih dan aku.”Lepaskan baju atasan kalian!”Ratih dgn santai membuka baju tidurnya. Ratih tampak membandingkan dgn punyanya, dan dia tersenyum saat melihat milikku sedikit lebih kendor. ”Iya,” dukung Yogi dgn mata terus melirik ke arah tonjolan buah dadaku, ia lalu mengajak untuk meneruskan permainan.”Eh, tunggu dulu.” tp suamiku menolak, kami semua segera menoleh kepadanya. Pelan kujilat kemaluannya dari bawah, dari luar celana. Kuperhatikan k0ntol suamiku yg basah mengkilat oleh air liur Ratih, sementara Ratih sendiri berusaha membersihkan lelehan ludah yg membasahi bibirnya. Kami sama-sama tersenyum.Sebelum pergi, Yogi sempat berkata,”Selamat menikmati, semoga malam kalian menyenangkan!””Terima-kasih, semoga kalian jg.” balas suamiku, matanya tak berkedip menatap goyangan pinggul Ratih yg begitu seksi dan ketat saat pasangan muda itu melangkah pergi. Selanjutnya, dgn sama-sama puas, kami saling berangkulan dan saling mencumbu untuk meredakan nafsu masing-masing.Waktu menunjukkan pukul 10.10, ketika terdengar ketukan pelan










