Reza menggigit bibirnya, Aku mengejang dalam pelukan Reza.“Aaaah! terbersit keinginan untuk menghilangkan ke-kaku-anku dalam berjoget. Bokep SMA Kaaaak!!!”Tubuh Reza menggelinjang tidak karuan, menjambak kencang rambutku, dengan nafas yang tersengal tersengal, dia mulai menenangkan diri.“Hmm?” Aku memajukan wajahku“Apa? ssshhhhh…..” Bibir Reza yang eksotis mulai mendesis erotis,“Mmmmh…” desinya ketika aku menyodok-nyodok kemaluannya. Ya, kuambil dompet yang ada di kantong belakangku, memang isinya tidak banyak hanya sisa sisa kembalian, pecahan 10ribu dan 5ribu yang mendominasi dompetku keluarkan semua uang yang ada di dalam dompetku.Lembar demi lembar berpindah tangan ke tangan biduan tersebut,“Namanya siapa mas?”“Jhon mbak.”“Oke mas Jhooon, matur nuwun sawerannya maaaaaass Jhon,”sembari tersenyum genit khas biduan dandut koplo.Aku hanya membalasnya dengan senyum,“Sukses terus buat Bapak Roni dan pasangan semoga jadi Bupati yang selanjutnya,” Doa sang biduan tersebut.Lalu sebelum saweranku habis, Aku berbisik,“Aku tunggu di belakang ya.”*****
Saweranku habis, aku mundur dari depan panggung gabung kembali dengan rombongan keluarga, tapi aku mengambil tempat duduk di pojok belakang dekat dengan




















