Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Bokep Mom Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Dug! Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Abi belum bisa sabar seperti Rasul.




















