“Betuul…, Paak…, ooh…, iyaa… buu”, kata Pak Sun pada istrinya,
“Saya tinggal dulu ya sebentar ke kantor KUA untuk menyelesaikan administrasinya buat besok dan mungkin ke beberapa teman yg undangannya belum kita berikan”. Kejadian ini berlangsung beberapa bulan yg lalu, ketika anakku melangsungkan pesta pernikahannya di kota kecil Pr di Jawa Timur yaitu di tempat calon mertuanya bernama Pak Sun (60 Thn) dan Bu Sun (46 thn) yg masih menjadi kepala desa.Cerita sex terbaru, Aku dan istriku sebetulnya tdk setuju kalau anakku yg baru saja lulus dari salah satu universitas di Jawa Tengah harus segera kawin dgn pacarnya yg sama-sama baru lulus. Bokep Colmek “Wong wis podo tuwek e kok…, pake isin segala…, wis to.., bukaen kaose…”, kata Bu Sun dgn logat jawa timurnya.Tanpa disuruh kedua kalinya, segera kubuka kaos yg kupakai dan terus duduk membelakanginya sambil menunggu kedatangannya dari menutup pintu kamar. “Sakit…, sayaang…?”, tanyaku dan Bu Sun kulihat hanya menggelengkan kepalanya sedikit dan




















