Bisa kan?” Tanyaku.Emi mengangguk pelan sambil tersenyum malu, dan kemudian mulai menggenggam batang penisku.“Gedean mana sama punya teman kamu dulu itu?” Godaku.“Gedean inilah pak hehehe.” Kata Emi malu-malu.Ia mulai menaik-turunkan genggamannya. Yuk ke kamar. Bokep Mama Toh sesama teman kita saling bantu Des.” Kataku.“Cieee… bapak manager ini emang pidatonya paling memukau.” Canda Novi sambil memindahkan telur yang sudah matang ke piring.Tak lama kemudian, Emi pun keluar kamar, dan untungnya ia sudah mengenakan pakaiannya. Sorry banget nih pak, padahal bapak udah nyetir capek-capek, malah bapak ga tidur.” Kata Emi.“Santai aja udah.” Kataku.“Pak. Baru saja 4 menit.” Jawab Desi.Kami menghabiskan segelas kopi, dan tidak lama kemudian Emi datang. Sebelum dirinya sendiri, orang lain yang lebih diutamakan.“Awas pak hati-hati, itu di depan ada lagi. Putaran searah jarum jam, putaran berlawanan jarum jam, putaran penuh satu lingkaran. Novi pun terlihat salah tingkah. Setelah makan siang, kami tidur siang sampai jam 15.30. Cerita aja.” Kataku menenangkan.“Suami saya pak.




















