Ah, biar saja! Saya kembali tenggelam dalam lamunan yang tak tentu arahnya.“Mas, silakan masuk. Bokep Tante Terangsang saya ya?” Mati deh! Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Pasti lagi-lagi cuma cek darah, air seni, dan kotoran saja. Padahal saya sudah melalui proses medical check up yang pertama, yaitu pemeriksaan darah, air seni, dan kotoran.Beberapa kali saya menanyakan pada orang di loket pendaftaran dan selalu memperoleh jawaban sama, yaitu agar saya sabar sebab dokternya dalam perjalanan dan mungkin sedang terjebak macet. Kemudian diperiksa oleh dokter memakai stetoskop untuk menyakinkan bahwa saya terkena penyakit atau tidak. Saya terpana, ternyata dokter yang akan memeriksa saya adalah wanita cantik yang tadi sempat saya perhatikan sejenak. Dengan malas- malasan saya bangkit dari bangku dan berjalan masuk ke ruang periksa dokter.“Selamat malam”, suara lembut menyapa saat saya membuka pintu ruang periksa dan masuk ke dalam.Saya menoleh ke arah suara yang amat menyejukkan hati itu. Saya tidak tahu mengapa ia




















