Dan pelan-pelan tetapi pasti kontol di balik kolornya mulai menghangat dan bangun. Bokep Tante Keringat mereka bercucuran rancu dengan air hujan yang membasahi sebelumnya. Awan gelap masih memenuhi langit. Saat pertama kali Pakde Marto tanpa sengaja menyentuh payudara istri keponakannya dia agak kaget, khawatir Surti menganggap dirinya berlaku tidak sopan.Tetapi saat yang kedua kali dan kemudian dengan sadar menyentuhnya kembali untuk yang ketiga kalinya dia tidak melihat adanya reaksi menolak dari Surti, pikiran Pakde mulai dirasuki “setan lewat” tadi. Pikiran lugu Surti langsung disambar “setan lewat” lagi. Dan pelukan yang ini sudah berbeda dengan pelukan saat awal Pakde Marto membagi payung daun pisangnya tadi. Segalanya harus bisa diraih sebelum hujan reda. Toh rasa ke-imanan Pakde Marto masih berusaha bilang “jangan” walaupun tak bisa dipungkiri bahwa dalam hatinya dia mengharapkan sesuatu keajaiban, mungkin semacam sinyal, yang datang dari Surti.Demikian pula Surti yang merasakan beberapa kali payudaranya tersentuh, pada awalnya dia tidak sepenuhnya menyadari.




















