Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Bokep Thailand Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Namun aku sama sekali tak mengerti dgn apa yg d ibisikkannya. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Debaran di dalam dadaku semakin keras dan menggemuruh saat Lidya memeluk dan menciumi wajah serta leherku. Dan juga anak terakhir. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Debaran di dalam dadaku semakin keras dan menggemuruh saat Lidya memeluk dan menciumi wajah serta leherku.




















