Uuhh..” suara itulah yang mampu kukeluarkan
dari mulutku sambil menjambak rambut kepalanya. Bokep Mama “Jangan terlalu besar suaranya Nif, nanti kedengaran orang”
kata ibu. Setelah kusetujui permintaannya, ia lalu keluar dan duduk baca koran di ruang
tamu, sedang aku ke halan depan untuk menyapu, lalu istirahat di kamar tidurku. Ambil di kolom
rosban?”
“Yah.. Tarikan nafasnya terdengar panjang sekali dan ia
seolah sangat lega.Tindakan ibu majikanku tadi sungguh sangat terkontrol dan
terencana. Ibu majikanku kelihatan juga
menikmatinya, terlihat dari nafasnya yang mulai pula tidak teratur. Tiba-tiba aku ketemu dengan teman
kuliah yang sudah menjadi pengusaha besar dan lagi-lagi pengusaha beras.Anehnya lagi, temanku itu tinggal bersama istri keduanya, sebab istri pertamanya
tinggal di kota Bone. Sebelum majikanku itu berangkat untuk mengurus usahanya pada esok
harinya, sambil menyantap hidangan pagi bersama istrinya yang kemarin kulihat
baca koran dan anak satu-satunya di rumah itu yang kemarin nonton TV di ruang
makan, ia memperkenalkan seluruh anggota keluarga dan pembantunya di rumah itu,
termasuk sopirnya.Setelah itu ia tunjukkan kamar tidurku dan jelaskan kerjaku
sehari-hari




















