Dia malah tersenyum. Bokep Asia sehingga tidak ada selembar benangpun yang masih melekat di sana. Bahkan dia menekan dadanya yang membusung padat ke dadaku. Dan memang benar, ternyata Linda berulang tahun malam ini. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tidak bisa bernapas. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tidak mengerti. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herman telah merebut Mbak Indri dan sisiku. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Memang tingkahku tidak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Ayah berjanji akan membelikanku motor. “Ohh…”, Linda mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalau aku bukan hanya tidak pernah pacaran, tapi masih sangat polos sekali. Tapi tetap saja aku tidak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Linda mencium bibirku.




















