Aku perlu waktu sekian detik untuk meluruskan kembali pikiranku yang sudah ngeres banget. XNXX Jepang “Gini deh… Lu topangin lengan lu ke sandaran sofa.”
“Begini..?”
“Agak bungkuk dikit..!” aku menghampiri Lia lalu memegang punggungnya yang terbuka, lalu dengan lembut membimbing Lia agar bahunya lebih condong ke depan. Kujepret habis. Itu pun setelah beberapa kali aku mengatur posenya, lumayan sambil ngelaba-laba sedikit. Aku pun tidak menyesal-nyesal banget. Gayaku memotret seperti orang pro, padahal aku dak-dik-duk juga.Setengah rol pertama Lia agak kaku, tapi selebihnya ia mulai luwes. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Lagian pengukur cahaya dengan sistem matrix yang sudah built-up di kameraku sudah cukup akurat.Aku suka sekali saat Lia membelakangi kamera, wajahnya menoleh sambil tersenyum manis, kakinya naik ke atas sofa, tanganya memeluk sandaran. Sesaat kemudian Lia menaruh tangannya ke belakang untuk melepaskan kaitan BH-nya. Yang penting aku puas motretin doi dan yang paling penting lagi, di’sepongin’ doi.




















