Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante Ani semakin mendekat ke arahku. Pasti mahal yah?!” jawabku kagum.“Ngga juga sih. Vidio Porno Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen.“Anggap rumah sendiri Bernas. Banjir keluar tadi.” kataku.“Idihhh … mana mungkin …” bela tante Ani sambil mencubit penisku yang sudah mulai loyo.“Bernas sering-sering datang ke rumah tante aja.Nanti kita main poker lagi. Tante Ani kemudian memejamkan matanya. Jam 7 aja berangkat. Temenin tante bentar yah.” mintanya sedikit memohon.Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante Ani yang tinggal sendiri di apartemen itu. “Boleh kan tante?!” tanyaku penasaran.Tante Ani hanya mengangguk pertanda setuju. Tante ada perlu apa dengan mama? Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya.Tante Ani menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi. “Boleh kan tante?!” tanyaku penasaran.Tante Ani hanya mengangguk pertanda setuju.




















