Beberapa saat Fery menancancapkan penisnya pada vaginaku untuk mengahabiskan semua spermanya. Bukan rejeki lagi karena Fery kepercayaan suamiku kalau ada apa-apa jelas dia lapor sama mas Sigit. Bokeb Aku dan Fery beranjak pergi meninggalkan rumah. Fery asyik banget orangnya, humoris sering bikin aku tertawa. Dengan pakianitu pahaku yang mulus dan belahan payudara yang montok dilirik oleh Fery sabil dia menyetir. Entah suamiku beda dengan yang lain super nyebelinnya.Pernah aku berbohong dengan dia, selalu saja ketahuan. Dia pun tidak menolak aku jalan dengan dia berasa jalan dengan brondong. Saat itu aku sempat melihat anakku dan pembantuku, ternyata mereka sudah tertidur lelap.Karena aku merasa tubuhku lengket maka aku masuk kekamar dan segera mandi . alhasil terbukalah handuk dari tubuhku, aku malu banget karena aku telanjang di hadapan Fery.




















