“Sekali lagi maaf mbak..”
Dia mengangguk pelan sambil menunduk,tetes2 air mata itu tetap berjatuhan dipangkuanya. “Duduk aja mbak, santai aja, kami bicarain dengan tenang ” ujarku. Bokep India Hujan telah reda ketika kami duduk di ruang tamu. Kami kembali sama2 membisu. Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. Usiaku terbukti terlalu muda untukmu, tapi aku mampu memberimu kepuasan,” ujarku dalam hati. “Terus Den?” Tanyanya penasaran. “Nggak..sebentar lagi..tenang aja..”Seruku. “Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik. Aku melihat tubuhnya dari belakang, rok merah sepanjang bawah betis itu lumayan jelas mencetak lekukan pinggul, pantat serta pahanya. Wanita ini terkesiap dgn kenekatanku. “Mmm..mbak ikhlas kok den..salah mbak juga..telahlah gak papa..”jawabnya pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela. Tentu kelak ada jalannya, sabar aja, setan itu kembali membisiki. “Yaa indah mbak..malem sabtu kemaren saya sempet mimpiin mbak gituan sama saya..sorry..”Jawabku. “Sebenernya utangnya sejuta tuju ratus den, tapi mbak nambain pake simpenan dirumah, tolong banget den, mbak sebenernya malu banget




















