Dan perahu pun melaju ke tengah laut. Di rumah, aku memperbaiki jaring yang koyak dan SUtinah datang. Bokeb “Malu Mas” katanya. Dia memelukku. ada yang kena ada yang kosong. Aku seperti tak yakin. Apa kamu dapat menikmatinya?” kata ibu. Dia letih sekali. Baru saja kami mengkayuh perahu dan belum mencapai bibir laut, ibu bertanya kepadaku. Ya… Suti tak boleh tau. Aku berpikir. Sampai akhirnya, aku meminta dikawani oleh dua orang tua mencari perahu yang dipakai Amir dan Suti. “Besok akuikut lagi ya, Mas,”kata Sutinah sepertai membujuk. Suti mengangguk. Aku minta Suti membeli mi goreng dua bungkus dan aku memasak nasi. Aku balas memeluknya. Perlahan aku enusuknya dan perlahan pula aku menariknya. Kujilati lehernya dan kuelus-elus pantatnya dalam pangkuanku. Tak lama Suti mengatakan nasi sudah siap dari tadi dan kami harus makan.Suti membuat nasi ke piringku dan ke piringnya bersama lauknya.




















