Kedua mata bu Bambang menangkap basah gerakan tanganku. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Bokep “eeee… burungmu berdiri ya???” Tanya wanita itu sambil mencubit hidungku. Sesekali tangannya mengusap-usap kepalaku. Tanya wanita itu sembari duduk di sebelahku. Wanita itu mulai menggoyangkan pinggulnya yang terasa semakin nikmat. Itu pertama kalinya aku melihat bagian paling sensitive dari seorang wanita yang usianya jauh di atasku. “Kamu dah sering onani ya?” tanya bu Bambang kemudian. Melihat reaksinya aku langsung takut dan merasa sangat bersalah. Tapi belum 1 menit aku merasa ingin pipis. Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. Wanita itu bangkit dan meraih burungku dan mengocoknya. Pikirku. “Enggak kok bu, nggak” jawabku cepat. Maklum aku sering bermain di sana. Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu.




















