Tidak heran jika malam hari amat sepi dari kebisingan. Bokep Cina Bulu kudukku agak merinding melihat matanya yang melotot memandang dadaku. Lalu kusapa dia, “Oooo, Pak Oding belum tidur ya?”
“Belum, Bu… Acaranya bagus, nih,” katanya lagi, sambil tiduran di lantai. Sebagai wanita normal, aku sebetulnya menginginkannya. Suatu saat, ketika aku mau ke pasar dengan menyetir mobilku, Pak Oding mencuri pandang ke arah dadaku, yang saat itu agak rendah belahannya. Kan Ibu dengar sendiri bunyi itu,” katanya lagi. Sedang kedua anak kami kutitipkan di tempat neneknya di Padang. Mau selimut?” tawarku. Lalu kami bercerita tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaanya sampai ke keluarganya di kampung.“Bu… malam ini apa nggak kedinginan,” tanyanya. Buah dadaku pun tidak luput dari jamahan tangan kasarnya. Tangannya pun lalu mulai berani bergerilya ke sekujur tubuhku yang dibalut kimono sutra. Lalu aku beranjak ke kamarku…
“Kemana, Bu?” Tanya pak Oding.“Saya tidur dulu…” Jawabku. Pak Oding sering mencuri pandang terhadapku.




















