Pasti dia tak sadar kalau tanganku tanpa sengaja telah terlempar ke tubuhnya. Bokepindo Aku menikmati saat itu. Dia tidak melarang. Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. Dia tidak melarang. Membolak-baliknya. Bu Rochim mencemaskan keadaannya. Beberapa buah novel ada di situ. “Dan, kamu tak boleh lagi tidur denganku”, Katanya lagi. Kak Tina lupa menyembunyikannya. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Ternyata Kak Tina tidak terpengaruh. Tinggallah aku sendiri. Hanya saja, rasanya lengket. Tanda kamu sudah dewasa”. Berpandangan. Di rumah itulah aku mulai mengalami fantasi fantasi liar tentang dunia sexualku.Pak Rochim dan ibu sangat baik kepadaku. Kusentuh lagi dadanya yang satu lagi. Kejantananku meronta di balik celanaku, yang saat itu belum terbiasa memakai underwear. Rupanya, kalau Pak Rochim bekerja dan Bu Rochim ada acara Dharma Wanita, si Otong itu selalu datang.Dan akhirnya Kak Tina pun menikah, lalu berhenti kerja.




















