Aku mandi dulu ya” Jawab Lisna seakan mengerti apa maksudku yang takut kalau tiba-tiba nanti isteriku datang. Bokep Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menjawab pertanyaanku, tanpa kata-kata kulihat wajahnya tersenyum sambil tangannya menarik kontolku yang kini sudah berada dibibir vaginanya.“Oh…” jawabku dalam hati yang mengerti apa yang dimaukan Lisna. Tanpa berpikir panjang dan ragu-ragu lagi aku mulai isep mulutnya.. “ Kenapa Yang…?” Tanyaku padanya. jangan tidur dulu” ucapku sadar bahwa hari pun sudah siang. Dulunya dia sering tidur dirumah sebelum dia mempunyai pacar.Boleh dikatakan rumah kami sudah diangapnya seperti rumahnya sendiri. “Ini kesempatan baik, aku harus dapat mengolah Lisna” tutur ku dalam Hati.Entah Lisna sudah kembali tertidur atau tidak, dengan posisinya yang membelakangiku, akupun langsung memulai aksiku, pertama kukumpulkan keberanian untuk mulai dengan dengan tangan gemetar aku berpura-pura bahwa aku sedang teridur tanpa sengaja memeluk Lisna dari belakang.Awalnya aku gugup sekali, tapi kapan lagi ada kesempatan seperti ini, pikirku.




















