Lia kak..” kata Denok dengan gugup.“Enggak kak…” kata Lia smabil menggelengkan kepalanya.“Begini kak.. Vidio Bokep Aq ambil kursi yang berderet tiga, buat pacarku Sela, aq di tengah dan sebelah Evi di sebelah kananku. kemarin kami kan nggak sengaja liat kakak sama mbak Evi di bangunan kosong itu…” tiba-tiba Nita memotong pembicaraan.“Maksud kamu apa Nit???” tanyaku ke Nita dengan tegas.“Iya kak kami nggak sengaja dengar suara orang mendesah, waktu kami membeli minuman saat bus mogok kemarin…” Kata Denok dengan polosnya.“Terus apa hubunganya, itu kan urusanku??? jangan berlebihan, kita urusin urusan masing-masing aja… jangan cerita pada siapapun ya dan aq tak akan menceritakan ini juga..” aq terus berusaha mengalihkan pembciraan. Hmm.. Aq pun lebih bebas dan aman mengelus paha mulusnya sambil sesekali menyolek kemaluannya. jujur sebenrnya aq juga merasa sakit, batang penisku sampai bengkok menahan tubuhnya yang menekan.










