Tapi.. Makanya Eksanti agak merasa kesakitan.Akhirnya batang kejantananku terbenam juga di dalam kewanitaan Eksanti. Bokepindo Eksanti tertegun sejenak memandangku, lalu matanya terpejam kembali ketika aku membuka pantalon warna hitam yang aku kenakan. Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan celana dalam. Aku bukan tipe laki-laki yang demikian. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan Eksanti yang masih tertutup celana dalamnya. Eksanti masih sibuk membereskan pakaian-pakaian yang bertebaran di atas sandaran kursi sofa. Kata-kataku yang terakhir ini ternyata membuat wajah Eksanti memerah. Mulutku meraup bibirnya. Ia hanya menyapukan lipsgloss tipis, yang membuat jantungku semakin deg-degan. “Tentang kamu, San”, jawabku pelan. Aku merasakan liang senggama Eksanti semakin berdenyut sebagai pertanda Eksanti akan mencapai puncak pendakiannya. Dinding dalam kewanitaan Eksanti ternyata sudah begitu licin, sehingga agak memudahkan kejantananku untuk menyusup lebih ke dalam lagi. Memang, sebelum aku masuk ke dalam selimut, aku sempat melepaskan celana dalamku tanpa sepengetahuan Eksanti.




















