Jam enam kurang satu menit, masih dengan tubuh basah aku keluar dari kamar mandi karena telepon berbunyi. “SRUT…!!!! Bokep Tobrut kubelai kepalanya sambil kucium bibirnya, ngetest. mungkin dia udah gak peduli, baginya aku adalah pacarnya yang masih hidup. Dasar memang kisah nyata ini harus terjadi-yah terjadilah. Siang itu kelelahan benar-benar menyapaku. tanpa ana sadari,
dari pinggang, tanganku langsung masuk ke spannya…. (beberapa office boy malah sudah hapal dengan pilot-pilot yang selalu menanyakan foto ‘artis’ baru di hotel itu…heh…heh…biasaqa…) Dan sementara ketiga “rekan’ kerjaku sudah menuju kamar masing-masing aku kembali ke mobil sebentar mengambil tasku yang tertinggal. entah berapa menit ana memacuku seperti itu… mataku berkunang-kunang…. Jam enam kurang satu menit, masih dengan tubuh basah aku keluar dari kamar mandi karena telepon berbunyi. “makasih, sibuk ya?” “belum” “banyak tamu” “biasa mas” “nanti ngobrol yuk” “ini juga ngobrol” katanya “Temen kamu mana ?” “ke pantry” ……mukanya memerah….jengah kali..




















