Kamu juga sih..”Setelah itu sambil sama-sama tersenyum aku nekad menarik kedua tangannya yang lembut itu hingga tubuhnya menempel di dadaku, dan akhirnya kami saling berpelukan tidak terlalu erat tadinya. Pipit menatapku.“Mas.. Sex Bokep susulin sana, bilang ada Lik Pipit gitu yah..”Ugi pergi menyusul ibunya yang tak lain adalah kakaknya Pipit. Kadang dirumahnya, saat Bu Murni kepasar, ataupun di kamarku karena memang bebas 24 jam tanpa pantauan dari sepupuku sekalipun.Tak lama setelah keberangkatan Pipit aku pindah ke Jakarta. Aku tak ambil pusing lagi tangan satunya kuraih, kugenggam. Kok nggak ada lesung pipitnya..” kataku ngeledek. Pantas saja dia berani merantau keluar negeri, pikirku.Sesampai dirumah kakaknya, ternyata tuan rumah sedang pergi membantu tetangga yang sedang hajatan. 3 bulan aku jalani dengan biasa saja. Mas.. Aku semakin mendapat keberanian untuk mengelus wajahnya. Pipit menatapku.“Mas..




















