Aku berbaring telentang dengan pasrah di bangku panjang sambil tanganku berusaha menutupi selangkanganku karena jengah. Bokep Colmek “Ohh..” aku hanya mendesis menahan gairah. Papa menyemprotku habis-habisan setelah mendengar ceritaku, tubuhnya bergetar menahan amarah, mama membelaku dan terus menghiburku. Aku mengangkang dan membuka lebar-lebar kedua kakiku, ia terdiam mungkin terpana menatapi vaginaku yang sudah basah dan merah merekah dengan ditumbuhi bulu-bulu yang rimbun di permukaanya. “Ah si non pura-pura ga tau aja… itu lho, yang tadi sore…yang Non liat di ruangannya Pak Hendro tadi…” sindir Pak Oskar tersenyum mesum, “itu sih udah sering kok Non hehe…saya aja sudah pernah beberapa kali mergokin mereka gituan abis jam kantor”
Aku terdiam tidak bisa berkata apapun, jantungku berdetak kencang, dapat kurasakan rasa malu bercampur hornyku yang sudah memuncak. Setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk cuti panjang dan kembali ke kotaku.




















