“Oh ya pak Dennis, silakan saja. Bokep Cina “Janganlah pak… Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum. Kalau belum married saya juga mau lho.” jawabnya menggoda.Memang sepertinya Nita ini punya perasaan tertentu padaku. Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu. Tidak lama, pak Dennis meminta ijin untuk pergi ke toilet.“Sendirian aja pak James?” tanya Nita. Aku berpapasan dengan sekretarisku Vina dan tunangannya. “Nita sering lihat di VCD aja pak. Dia datang kekantor untuk mengantarkan makanan kepada pak Dennis suaminya, yang bekerja sebagai direktur finance di perusahaan papaku. Istri bapak cantik harus benar-benar dirawat lho.” Nita tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah pak Dennis menunjukkan rasa curiga.Kasihan, pikirku. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya.Nita kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun menghampirinya. “Memang punya suamimu seberapa?” tanyaku tersenyum menggoda. Mungkin dia akan shock berat bila tahu kontolku baru saja dihisap istrinya yang masih muda itu.




















