udah biasa ini, mau 6 bulan sudah.““Kalau Mas Imran?” tanyanya yang membuatku ikut membayang sosok yang ia sebutkan itu.“Yah begitulah, masih banyak proyek, lagian dia juga sibuk buat ujian Tesisnya.” ucapku yang kini membayangkan wajah suamiku, Imran (28).“Aduh.. Bokep Mama Slurpp.. Ifa” ucapkan yang serak dan hampir tak keluar suara akibat shock kaget melihat kejadian didepan mata.Bisa kulihat salah satu kaki Ifa ia angkat dan letakan pada kursi di depannya sedangkan roknya sudah terangkat hingga pinggulnya, di atas meja bahkan bisa kulihat celana dalam wanita berwarna putih tergeletak disana, celana dalam yang aku yakini adalah kepunyaan Ifa.Tubuhku merinding melihat ini semua, sebuah sensasi yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, tubuhku terpaku disana sedikit memepetkan diri pada tepi pintu agar tak terlihat oleh Ifa yang nampaknya juga sedang menikmati permainan di bagian ke wanita nanya itu…“ Cleckhh..




















