Lampu ruang kantin keburu dinyalakan dan aku nyaris bertabrakan dengan Bu Lastri. Pak Ilham seperti kehilangan akal karena keinginannya tidak dituruti. Bokep Tobrut Aku langsung beringsut perlahan mendekati ubang itu.Dari posisiku mengintip kali ini, memang cukup strategis. Apa mungkin Pak Ilham yg tengah menggeraygi Bu Lastri? Tetapi lampu di ruang tamu Bu Kantin terlihat tidak menyala. Akses masuk ke ruang kantin tidak berpintu dan letaknya bersebelahan dengan kamar Bu Lastri. Aku menemukan akal. Pak Ilham seperti kehilangan akal karena keinginannya tidak dituruti. Dan yg membuatku lebih puas, karena bisa melihat memek Bu Lastri yg merangsang. Sampai akhirnya, karena Bu Lastri keburu datang, Pak Ilham memberi sinyal.“Besok kamu masuk saja ke kantor saat jam istirahat kedua. Dugaanku tidak meleset, pintu belakang pun tertutup rapat dan tergembok dari dlm. Dia juga tidak keberatan bila aku dan teman-temanku masuk ke kamarnya untuk nonton televisi atau ramai-ramai nonton film bokep.




















