“Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Bokep Korea Aku masih jauh dari garis alkoholik. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. Kadang-kadang aku berpikir dibayar pun tidak mau aku untuk tidur dengan mereka dengan wajah mengerikan yang mereka miliki. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. Kisah anjing makan anjing lebih menarik bagiku. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Malam itu begitu indah. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Hanya bosan. Selain kapabilitasnya yang terjamin, blow job-nya juga bukan main. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu.



















