Bagaimanapun saya senang, langkah kedua saya berhasil.Hal itu membuat Mba’ Erna tidak bisalagi mencapai klimaks dengan Mas Andy. ”, tanya Mas Andy.“ Ooo…itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaannya PT. Film Porno ”, gertaknya lagi.“ Oh tidak bisa, tidak segampang itu Mba’ mengusir saya, ayolah Mba’ Erna jangan marah !!! ”, tanya saya lembut penuh sesal.Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Erna. Kemudian sambil membawa bungkusan Kaset itu, saya menuju ke kamar tetanggsaya, mengetuk pintu,“ Assalamualaikum, saya mem-beri salam. Saya pura-pura mengalah,“ Ya udahlah, jika Mba’ tidak mau, saya pergi saja, saya itu cuma kasihan ngelihat Mba’ ”, ucapku sambil beranjak pergi.Tetapi kulihat Mba’ Erna hanya diam terduduk di ranjangnya, saya membatalkan niatku, pintu yang telah terbuka kini kututup lagi dan kukunci dari




















