Pahaku terlipat menempel betis. Menempatkan diri persis di belakangku. Bokep Indo Kamu masih ingin?” Aku menggeleng.Kak Edo mendadak nampak khawatir.“Kenapa?”
“Saya… semalam saya datang bulan.”
“Oh… mens ya?” Aku mengangguk.Kak Edo tersenyum,“Kalau begitu, kita berpelukan saja seharian ini.” Aku tdk tahu harus berkata apa.Untuk sementara, hari- hari ini adalah hari bahagiaku. Jadi pagi-pagi dihabiskan dengan mencuci celana dalam, daster, dan seprai. Aku merasa… sakit. Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Menghisap kelentitku. Sungguh.” Aku menggelengkan kepala. Aku sungguh mau menjadi budaknya.“Haaahhhhh…. Jika aku tdk menjadikannya tuan, maka… maka hatiku akan sakit. Masih belum bersih. Membersihkan bekas-bekas lendirku di meja makan, di kursi, di lantai. Ia berasal dari keluarga kaya raya. Satu sendok teh saja. Menarik. Kak Edo dengan senang mengusap-usap vaginaku yg kini jadi licin.“Hehehe….




















