Karena ciuman itu Pak Kusrin dan aku kembali terangsang.Tangan Pak Kusrin kembali beraksi meremas payudaraku dan memainkan itilku secara bergantian. “Ahhhhh …. Bokep STW Aku pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk memberihkan badanku dari keringatku dan keringat Pak Kusrin. Aku terkesiap. Enak sekali …. Aku sudah tidak peduli lagi. Aku bahkan tidak menyeka mukaku yang berlumuran air mani Pak Kusrin yang bercampur air mataku.Mak yang rupanya sempat menyaksikan detik-detik terakhir persetubuhanku dengan Pak Kusrin dengan setengah berlari menghambur masuk ke kamar dan menghampiriku “Watiiii …… Maafkan Mak dan Abah ya nak. Yahhhhhhhhhh ….. …Pak!” aku tersentak. Aku biarkan kontol Pak Kusrin tetap di dalam memekku walaupun kotol itu sudah tidak lagi tegang. Aku membantu membimbing ujung kotol Pak Kusrin agar tepat sasaran. Semula, Abah tidak mengalami kesulitan untuk membayar cicilan kreditnya karena hasil yang diperoleh Abah dari perkebunannya yang luas dan modern sangat berlimpah. Aku tidak menjawabnya.




















