Setelah ku pencet bel 3x masih belum ada jawaban, lalu aku mengeluarkan BBku untuk bbmin teteh, namun disaat bersamaan teteh membuka pintu. Wein ini baik sekali denganku, benarbenar seperti abang sendiri. Bokeb AAAAAAaaaakkkkkhhhh. Pettingan ini kami lakukan cukup lama. Aku terhenyak mendengarnya. Dia lagi keluar kota. Dia tidak bisa bangun lagi. Buka ya terserah Teteh, punya teteh kok Rini membuka celanaku sama sekali tidak menggunakan tangan, dengan bibirnya dia menarik celanaku turun kebawah. Ntar kebayang2. Tubuh bagian atas Wein sama sekali tidak rusak, namun pinggul hingga kaki kirinya harus di operasi beberapa kali hingga perlu diterbangkan ke rumah sakit di Singapura.Iya aku tau teh, apa garagara itu We Rini mengangguk, aku terlalu takut untuk melanjutkan pertanyaanku, takut membuat sedih Rini. Namun biarlah Wein yang mengurus anak ini dengan lebih baik. AAAAAAaaaakkkkkhhhh. Sampai didengkul celanaku dilanjutkan dipeloroti dengan tangannya. Aku ini mensnya kan selalu tanggal 25an. Rini kemudian menunggangiku lagi.




















