Om Ridwan pun terlihat tegang menunggu jawaban gadis cantik itu. Bokep Crot Laki-laki itu nampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Cinta saat itu. Hehehe”. “Wao ternyata benar kata teman Om, kamu cantik sekali”. Cinta tersipu. Om Ridwan sendiri bukanlah orang sembarangan dibidang akademisi. “Kan Om masih nyetir, kalo nabrak gimana?”. Tapi sebagai gadis yang sudah makan asam garam, ia tahu pembicaraan ini pastilah basa-basi belaka. Dilain pihak Cinta nampak panik. “Gak apa-apa”. Rido mengangguk. Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. “Jus wortel campur tomat aja Om”. “Kan Om masih nyetir, kalo nabrak gimana?”. “Pak Burhan Om”.“Oh Pak Burhan, Om kenal baik tuh sama dia nanti Om bantu deh biar kamu bisa cepet bimbingannya”. Sampai akhirnya ketika ‘senjata’ itu berhasil dibangunkan, beberapa goyangan pinggul Cinta dengan cepat membuatnya ‘mati’ kembali.“Gak apa-apa kok Om, mungkin Om lagi capek”.




















