“Ray.. Bokep Rusia seandainya saja.. “Aku butuhh.. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. “Ahkk..”
Tanganku mencengkeram pahanya, berusaha menahan spermaku yang hampir keluar. “Ray.. ah..” Nia masih mengerang-erang di bawahku. ahggh.. ah..” kudengar erangannya saat pinggulku bergerak-gerak di atasnya. Waktu itu aku sedang menikmati membaca buku komik Jepang Elex Media terjemahan bahasa Indonesia (entah apa judulnya, soalnya aku tak ingin repot mengingatnya). Ahh.. “Ahh.. nikmatnya..” Nia mengeluh kecil saat kulepas kaitan BH-nya. “Ray.. Hah? Dan mengomeliku karena tidak pernah menghubungiku lagi sejak perpisahanku dengan Enni. umm.. Hah? Enni tidak mau lagi mendengar alasanku. “Ahh.. Kami berdua tanpa terasa saling berpelukan, tertawa-tawa, membiarkan adegan tak senonoh itu dilihat orang di sekitar kami. Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu?




















