Masuk aja” aku mengundangnya masuk.Saat yang bersamaan tanpa diundang semua stimulasi yang kuterima hari ini turut memasuki pikiranku dan menentukan keputusan buatku.“Kebetulan aku lewat dan melihat ruangan ibu masih terang.. Bokep Cina Jakunnya terlihat bergerak menelan ludah. Bagiku itu tandanya Bramanto sudah mulai menduga arah pembicaraanku. Matanya tampak setengah melotot dan berulang kali jakunnya naik turun menelan ludah ketika sepasang betis yang indah mulus terekspose di depan matanya. Perlahan tapi pasti aku seperti ter-sugesti oleh semua yang kualami hari ini. Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat.Lenggang dan nyaman membuat aku merasa kembali rileks. Apakah aku betul-betul menikmati apa yang kulihat dari adegan-adegan penuh nafsu yang dipertontonkan Diana dan Nina di toilet tadi? Aku tidak mau mendengar sampai ada orang lain lagi yang tahu hal ini” ujarku sambil bangkit dan duduk ditepi meja kerjaku tepat di depannya.Dengan sengaja aku meletakkan paha kananku diatas paha kiriku.




















