Kulihat mata Pak Hendro terbeliak-beliak menahan nikmat. Bokep Jilbab/Hijab Kulihat ia mengambil kunci, lalu berkata.. Syukurlah aku masih memiliki orang tua yang mencintaiku. Gembira hatiku melihat hasil rekapku, kuperiksa lagi dan semua tepat, tidak ada kesalahan lagi kurasa. Aku mulai berani aktif, kugerakkan tangan kiriku meraba penisnya dari balik celana panjangnya. Papa menyemprotku habis-habisan setelah mendengar ceritaku, tubuhnya bergetar menahan amarah, mama membelaku dan terus menghiburku. Ia melucuti blazerku dan menjatuhkannya di bangku panjang di pinggir ruang itu, kemudian mulai mempreteli kancing kemejaku. “Yeee…kan sudah saya bilang, si Fadly baru dateng nanti malem, tenang aja cuma ada kita kok sekarang disini”Kami pun memunguti pakaian kami yang berceceran. “Uuuh Non…saya mau crot nih!!”
“Saya juga dikit lagi Pak, bareng yah..”
Tak lama tubuh kami berdua kembali menegang keras, aku kembali ejakulasi, cairan kewanitaanku meleleh membasahi selangkangan kami, secara bersamaan ia menyemburkan lahar panasnya untuk kedua kalinya di dalam vaginaku, kini semprotannya semakin terasa di dalam rahimku.




















