Sekarang kami berdua telanjang dan saling berpelukan. Mulut kami saling bergumul dengan panasnya.Aku lihat kontol anak itu masih tegak berdiri, mungkin karena efek pagi hari. Bokep Barat Aku yang salah, Ndun.” bisikku pelan.Eki menatapku,“Aku sayang sama Ibu…” katanya pelan.“Ndun, kamu punya pacar?”“Belum, bu,”“Kamu janji ya jangan cerita-cerita ke siapa-siapa soal kita,”“Iya, bu, gak mungkinlah,”“Aku takut kamu rusak karena aku,”“Gak kok, Bu. Gila, aku benar-benar serasa berpacaran dengan anak kecil ini. Payudaraku memang sudah agak melorot, tapi tentu saja lumrah seperti itu karena ukurannya yang memang termasuk besar. Aku adalah seorang ibu rumah tangga. Tanganku meraih batang itu dan mengocoknya pelan-pelan. Tapi baru setengah jalan, mungkin karena dia masih gemetar dan aku juga kurang kuat, tiba-tiba justru aku yang jatuh menimpanya.Ohhh… aku berusaha untuk menahan badanku agar tidak menindih anak itu, tapi tanganku malah menekan dada Eki dan membuatnya jatuh terlentang sekali lagi. Bahkan kami baru tidur menjelang jam 3 dini hari setelah sepanjang malam




















