Aku bentangkan matras karet yang aku bawa, sambil tiduran aku gunakan tas ranselku untuk sandaran kepala.Aku bukan terganggu oleh kotornya lantai ruangan tunggu di terminal itu tapi suara nyamuk yang seakanakan mengejekku yang tidur di lantai terminal yang kotor ini, sungguh menjengkelkan. Kita mau kemana, mas? Bokep Korea Rapi tertata. Terasa lebih nikmat kocokan yang aku lakukan. Tapi tubuh Ratih ramping. Nafas kami tidak beraturan. Kakinya juga kotor. Aku semakin mempercepat kocokan batang kejantananku. Dihembuskan sambil menyeka airmatanya yang jatuh. Aku terpana tanpa sanggup berbicara apaapa. Kedua kakinya menjepit kakiku. Ia tertidur dengan nafas yang berat. SegarAku berjalan ke arah TV, aku nyalakan dan sambil merokok, aku duduk nonton. Apalagi tadi di terminal akku sempat mengerahkan tenaga dalamku. Mungkin tulang rusuk yang retak atau tulang kaki yang retak. Tangannya yang mencengkeram pantatku tibatiba menekan lebih keras. Dia orgasme, pikirku.Aku berdiri. Dilepaskan kakinya yang menjepit pinggangku. Kulihat dia mengeluarkan pisau belati dari balik pinggangnya.Sabar, mas.




















