Aku menengadah.“Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Bokep Cina Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.“Jhony, julurkan lidahmuu! Kerongkonganku terasa panas dan kering. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengalir dari sumbernya. Kulepaskan klip tali sepatunya. Terpana mendengar perintahnya. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.“Jhony, julurkan lidahmuu! Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku. “Kau tidak ingin memeriksanya, Jhony?” tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pose yang sangat memabukkan.




















