Dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya. Video bokep Mbak..”“Hanya sekali cium saja?”“Seribu kali pun aku bersedia.”Bu Lia tersenyum manis ditahan. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?”Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Mbak Lia merenggut bagian belakang kepalaku, serta menariknya perlahan. Masuk ke dalam, Bay,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku terkesima. Tapi ia menepis tanganku.“Hanya lidah, Bay..Ok?” Aku mengangguk. Bibirku terjepit serta tertekan di antara dubur serta bagian bawah kemaluannya.Karena harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Aku tak ingin ada setetes pun terbuang.Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.“Enak, kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.“Segar..”Bu Lia tertawa kecil.“Kamu pandai memanjakanku, Bay.




















