Berjalan dan terus berjalan.Epilogue: Bangsaaaaattttt!Dengan tubuh penuh keringat, Windu memasuki kamar kosnya. Bokep Tobrut Sesosok tubuh tinggi semampai sedang berdiri di dekat halte sambil tersenyum padanya. Kacamata minusnya mulai berembun. “Kapan dia buka celana dalamnya?” Windu yakin si mungil tak bercelana dalam. Ia merasa di awang-awang. Tubuhnya terbujur kaku, batang kemaluannya yang terbungkus karet berdenyut-denyut tidak menentu. Dadanya berdetak keras. Belum pernah ke sini yah?” resepsionis di panti pijat itu tersenyum pada Windu yang masih agak kikuk. Windu terduduk lemas dengan wajah pucat pasi. “Bangsaaaattttt!!!!!”Tubuh telanjang Windu yang bermandikan keringat terbujur di lantai kamarnya. “Asu! “Kenapa…?” pertanyaan itu terus menembaki kepalanya sampai pusing. Lari! Belum pernah ia menemui pelanggan yang seperti ini.Di kamar mandi, Windu terduduk di atas kloset.




















