Kutindih Aryo di tempat tidurku, dan tanganku mulai mengusap-usap perutnya, dadanya. Video bokep jepang “Ayolah Mas”, pintanya. Lalu ia mengulum kemaluanku yang berbulu. Dalam perjalanan pulang aku bercakap-cakap dengan Aryo. Aku bingung, “Oke deh, tapi kamu pinjam aja satu, nonton sendiri aja di rumah, jangan di kamarku”, kataku sambil menyusun rencana untuk minjem VCD porno yang biasa dari temanku. “Nyari DJ ya?” tanya kakaknya. Reza mencibir, “Biarin”, katanya. Ia diam saja. Lalu tanpa di komando kamipun mengulangi permainan yang telah kami lakukan tadi, bahkan kali ini jauh lebih dahsyat dari yang pertama hingga kamipun seperti kehabisan tenaga saat permainan di ronde kedua, dan kamipun tidur pulas sambil berpelukan. “Matamu!” umpatku pelan. “Jujur aja Aryo, ada apa?”
“Oke deh, Aryo akan jujur. Kok kelihatannya sedang ngobrol serius?”
“Ah, kamu ini!”, kata Tante Ida, “Selalu saja pengen tahu urusan orang.”
Aku hanya tersenyum sambil memandangi bocah kelas 2 SMU itu. Sejenak aku memberinya kesempatan untuk bernafas.




















