Kakakku sangat senang bila aku berkunjung kesana mungkin karena belum punya momongan jadi kalo aku kesana bisa buat teman. Sesampainya di rumahnya aku pencet bel pintu berkali-kali tp kak Iin tidak juga muncul namun tak lama kemudian terdengar langkah kak Iin menuju pintu, dan ketika pintu terbuka alangkah kagetnya aku saat kulihat kak Iin hanya memakai daster dan handuk di kepalanya pertanda dia sehabis keramas. Bokeb Tak lama kemudian tubuhnya mengejang dgn cengkraman tanganya di kepalaku semakin mengkuat,“Aaaaahhh …yeeesss….aku keluaaaarrr….” teriaknya. Lalu kubuka semua bajuku tanpa ada satu pun yg tertinggal di badanku,sehingga nampaklah batang kontolku yg sedari tadi sudah menegang keras di dalam celanaku. Karena aku sedang ga ada pekerjaan aku bersedia untuk ke rumahnya. “Oh iya sampai lupa bikin minum” jawabnya merasa bersalah.“Ya udah kak biar aku ambil minum sendiri” kataku sambil beranjak menuju dapur.“Oya kakak mau aku buatin teh sekalian ga?” tawarku.“Boleh deh, itu teh dan gulanya ada disamping kompor”




















