Fella tersenyum puas. Bibir kami saling memagut. Bokep Colmek Tanganku segera menahan tangannya. “Come on, Boy.. Tak lama dia mengocok penisku hingga membuatku makin terangsang. “Aman, Boy. silakan”.Penyanyi yang ternyata bernama Fella itu mulai menyapa pengunjung Cafe. Segera kutelepon dia. Sudah lama sekali aku tidak bercinta. Dalam perjalanan mengantarkan Fella pulang, aku sengaja menyalakan AC mobil cukup besar sehingga suhu dalam mobil dingin sekali. Sesekali Fella menggigit bibirku. Oh ya, pulang dari cafe jam berapa? “Ergh..” desah Fella. Kudengar tawa ringan dari Fella. Kamu berhasil memuaskanku..”
Pujian yang tulus. Aku melihat ke arah band tersebut dan melihat Fella ternyata bermain keyboard juga. Kulihat sekilas Fella tidak nampak. Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka. Fella ternyata bermain sangat aman. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku. Berat dan basah. Lampu hijau nih. Busyet, ni anak tenang sekali, Pikirku. Kemudian tangannya menepis halus tanganku. Aku tertawa saja.




















