Eki tidak berani melihat suamiku.Dia menatap wajahku keheranan dan penuh nafsu.“Mas… aku teruskan saja ya, kasihan si Eki. Bokep Tante Eki masih ada dalam pelukanku. Kalau aku ke sana aku lebih sering karena ingin ketemu Eki.Acara pengajian dan keberadaan Mas Prasetyo di rumah membuat kesempatanku bertemu dengan Eki menjadi sangat terbatas. Tiba-tiba pikiran-pikiran buruk menderaku, jangan-jangan suamiku tak memaafkanku. Agak lama suamiku membiarkanku menangis. Bisa bolos kalau udah kemaleman, hihihi..” kata Bu Anjar.“Iya, ya. Segera kusibakkan baju panjangku ke atas dan nampaklah leggingku sudah kuberi lobang di bagian belahan pantat. Tanganku berada di sisi kanan dan kiri si Eki. Aku sudah tidak ingat lagi berapa lama aku digenjot Eki. Aku khawatir sekolahnya akan terganggu karena aktivitasku.“Ndun, tadi kamu di sekolah gimana?” bisikku setelah kami selesai ronde ke tiga. Tentunya dadaku terlihat sangat menonjol.Akhirnya tidak begitu lama, Eki pamit pulang. Di luar dugaanku, ternyata kami sekeluarga sudah siap menyambut anggota baru keluarga kami.




















