Singkat cerita, kami menyanyi atau teriak-teriak selama 5 jam, habis membayar (hampir 2.4 juta!) kami saling pamitan dengan perempuan masing-masing.Aku lihat teman-teman aku pada minta nomor telepon, aku sendiri tak begitu tertarik dengan Dian. Asyik juga.“silakan duduk,” kata seorang tante dengan dandanannya yg menor.Aku menebak ini pasti germonya yg biasa dipanggil Mami.“Mau pesan berapa wanita?” tanya si Mami.“Pesan…” pikir aku, seperti barang saja.“Tolong panggilin 8 orang wanita dong!” jawab si Peter dengan bahasa yg lebih halus. Bokep Barat Buat rekan yg belum pengalaman, jangan coba-coba menanyakan persoalan tersebut ke perempuan yg baru anda kenal, ok? Akhirnya kelima teman aku telah mendapatkan pasangan mereka, tinggal si Boy dan Jeby yg masih terlihat ragu-ragu. Di ruangan gelap seperti karaoke ini mau apa sih cari yg cakep banget kalau dianya pakai baju yg tebal dan celana jeans. Mendengar suara bel mobilll dimmmm…dimmmmmmm dengan suara lantang “Woiiiii gusssssss letsgo”dengan itu temanku sudah datang di depan rumahku, aku langsung




















