Aku menekan lagi. Ah, jangan ge-er kamu. Bokep Arab Dan .. tak ada tanda-tanda kangker kok”.“Dok ..”, katanya serak sambil menarik tanganku, mata terpejam dan mulut setengah terbuka. Kubuka kancing bajunya satu-persatu sampai seluruhnya terlepas. Memegang HP berdiri agak menjauh membelakangiku, masih bugil, dan bicara agak berbisik. Tapi kamu kan bisa menolaknya? Eh .. Ibu ini menderita radang tenggorokan.“Maaf Bu ya ..”, kataku sambil mulai memencet-mencet dan mengetok perutnya. Pertanyaan yang biasa. Cup-nya mengendor. Ketika rintihan Syeni makin tak terkendali, aku khawatir kalau kedua suster itu curiga. Gimana tidak. Berdegup jantungku, sewaktu dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas CD-nya terlihat, hitam juga warnanya. Rapi kembali. “Ambil nafas Bu”,seolah sedang memeriksa. Kuakui wanita muda ini memang cantik dan seksi. Aku coba lebih bersabar, menusuk pelan-pelan, tapi pasti .




















