Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”. Saya mengangguk.“Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Bokep India Saya tarik tubuh Yanti ketepi meja pingpong, segera saya masukkan “tongkat naga” saya ke vaginanya. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”. “Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”. Tapi sudahlah mulut saya sudah dalam posisi itu. Saya periksa lambung dan ginjalnya,normal semuanya. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam.Yanti tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Yanti memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-nya.Tapi “what the hell, what will be, will be”.




















