Namun Jarot pun terus mendesak istri Arman itu ke arah ranjang kayu yang terletak di pojok kamar itu. Bokepindo Lisa sama sekali tidak mengetahuinya. Yang satu cantik, yang lain tampan. Arman dan Lisa sama-sama memiliki hobi traveling ke tempat yang alami. Pastilah banyak begal dan warga sekitar situ yang akan berbondong-bondong membayar berapa saja untuk bisa menikmati Lisa. Lisa terlonjak sakit dan geli. “Kau kan tahu aku orang yang tahu membalas budi…”Mereka lalu tertawa terkekeh-kekeh dengan tercapainya kesepakatan di antara mereka.Setelah berdiskusi dan bertukar pikiran semalaman, mereka pun berhasil membuat rencana yang matang. Semuanya telah terjadi. Ia pun tertidur pulas.Sementara itu, Lisa yang telah pulih kembali pikiran dan akal sehatnya yang sebelumnya tertutup oleh hawa nafsu hanya bisa menangis… Ia merasa berdosa telah mengkhianati suaminya… Ia merasa dirinya kotor… tak ada bedanya seperti pelacur-pelacur yang ditemuinya di motel malam sebelumnya…Masih dengan tetesan air mata di pipi, Lisa lalu bangun dari ranjang kayu itu




















